Sabtu, 15 Oktober 2016

Kreasi Sederhana dari Sampah

Sampah mudah ditemui sehari-hari di sekitar lingkungan. Sampah sangat dekat dengan kehidupan manusia. Setiap harinya manusia pasti menghasilkan sampah. Setiap hari sampah yang dihasilkan manusia semakin bertambah, yang akhirnya akan berdampak menimbulkan masalah pada lingkungan. Diantaranya, pencemaran udara, air, tanah, sumber penyakit, penyumbatan aliran air, hingga mengganggu ekosistem air. Apalagi sekarang masalah sampah tidak hanya timbul di kota-kota besar, namun sampai pelosok desa sudah menjadi permasalahan. Kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah masih kurang. Membuang sampah pada tempatnya saja masih sulit.
Sebenarnya apa sih sampah itu? Barang dagangan, makanan atau apa? Menurut KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, sampah ialah barang atau benda atau limbah yang dibuang karena sudah tidak terpakai lagi.
Sampah apabila dikelola dengan baik akan bermanfaat bagi kita. Namun jika dibiarkan, apalagi dibuang sembarangan akan menyebabkan kerugian bagi pemiliknya bahkan orang lain. Salah satu akibatnya ialah sebagai sumber penyakit. Sampah bisa berupa dedaunan yang jatuh berguguran, hati yang terbuang (eebusyeett alay dah gue). Maka untuk mengetahui lebih jelasnya, sampah ini dapat dikategorikan menjadi 2 macam, yaitu sampah organik dan sampah anorganik.
A. Sampah Organik
Sampah organik ialah limbah yang dihasilkan dari sisa makhluk hidup (alam) misalna hewan, manusia, tumbuhan. Sampah organik termasuk sampah yang ramah lingkungan karena dapat diurai oleh bakteri secara alami dan berlangsung cepat. Misalnya sampah daun, kayu, cangkang telur, bangkai hewan, bangkai tumbuhan, sisa makanan, dll.
B. Sampah Anorganik
Sampah anorganik ialah limbah yang berasal dari sisa manusia yang sulit untuk diurai oleh bakteri, yang membutuhkan waktu lama agar dapat terurai.
Misalnya limbah rumah tangga, plastik, botol kaleng, botol plastik, besi, kaca, kain dll.

Setelah dipaparkan sedikit tentang sampah, terus bagaimana sih cara mengatasinya? Yaa pasti harus mengurangi sampah. Sampah yang sekiranya dapat dimanfaatkan kembali harus dimanfaatkan. Cara efektifnya ialah dengan 4R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace).
A. Reduce (Mengurangi)
Reduce ialah salah satu langkah untuk meminimalisir sampah dengan cara “mengurangi”. Langkah ini dilakukan dengan cara membawa googdiebag saat berbelanja, membawa botol minum sendiri, membawa bekal makanan, tidak membiasakan jajan sembarangan yang menyebabkan banyak plastic terbuang dll.
B. Reuse (Menggunakan Kembali)
Reuse ialah menggunakan kembali benda atau barang yang masih dapat dimanfaatkan, atau dengan kata lain jangan langsung dibuang. Manfaatkan!! Misalnya dengan menggunakan kembali kardus-kardus bekas pakai, memanfaatkan kembali baju-baju yang sudah tidak terpakai, membuat handycraft dari benda-benda disekitar dll.
C. Recycle (Mendaur Ulang)
Recycle ialah mendaur ulang sampah baik anorganik maupun organic. Sampah yang lebih mudah didaur ulang sendiri ialah sampah organic. Misalnya membuat pupuk kompos sendiri menggunakan daun-daun kering, sisa-sisa makanan, dll.
D. Replace (Mengganti)
Yang terakhir ialah replace yaitu mengganti. Maksudnya ialah mengganti benda-benda di sekitar kita dengan benda yang lebih ramah lingkungan. Misalnya membawa bekal makanan dengan kotak makan yang dapat digunakan berkali-kali, bukan menggunakan Styrofoam, kertas minyak maupun plastik. Membawa bekal minum sendiri yang dapat dipakai berulang-ulang. Mengganti plastik saat belanja menggunakan tas belanja.

Sedikit pemaparan tentang pengertian sampah di atas kemudian saa akan berbagi tentang cara-cara memanfaatkan benda di sekitar kita. Simak yaa.
• Hiasan Botol Bekas
Alat dan Bahan:
1. Botol bekas
2. Cat (warna bebas)
3. Kuas
4. Lem tembak
Cara membuat:
1. Bersihkan terlebih dahulu botol kaca yang akan digunakan. Jangan sampai basah.
2. Panaskan lem tembak. Jika lem sudah panas, lalu buatlah tulisan di permukaan botol.
3. Kemudian tunggu sampai kering.
4. Selanjutnya warnai permukaan botol dengan menggunakan cat lalu keringkan.
5. Botol tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk hiasan ruangan dan dapat pula sebagai vas bunga. Menarik bukan.
6. Selamat mencoba.

• Gantungan Jilbab
Alat dan Bahan:
1. Ranting pohon
2. Tali tampar/ talli pramuka
3. Gergaji
4. Paku
5. Palu
6. Gunting
Cara membuat:
1. Siapkan ranting pohon yang ukuranya sama panjang serta sama besarnya. Potong menggunakan gergaji. Rapikan.
2. Apabila sudah rapi ambil satu ranting, lalu ikat masing-masing ujungnya pada ujung yang lain agar bertingkat. Bisa tiga sampai empat batang ranting.
3. Setelah itu ikatkan pada tembok yang sudah diberi paku. Pastikan paku kuat untuk menahan beban.
• Apabila ingin terlihat lucu, ranting bisa diaplikasikan dengan cat warna-warni maupun pernis.