Senin, 29 Februari 2016

Indahnya Kebun Krisan

Plan.. plan..plan.. Sering sekali hanya berencana tapi menunda-nunda agenda yang udah dibikin. Aku harus melaksanakan agenda untuk menghilangkan jenuh yang sedang melanda. Entah kemana. Aku harus pergi. Merencanakan sesuatu untuk sekedar refreshing. Lagi pula besok kuliah banyak yang kosong karena dosen banyak yang pergi mendampingi Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ke Bali selama lima hari. Iya seminggu tanpa dosen. Hanya satu dua dosen saja yang dapat mengajar.

Kuputuskan untuk pergi ke kebun krisan di Kaliurang. Malamnya aku browsing-browsing dulu dimana harus aku mencari kebun krisan yang akan ku tuju. Sekitar Jalan Kaliurang km 20, 21, atau 22. Oke aku harus punya bahan agar aku tidak kebingungan untuk mencari sasaran (tujuanku). Aku mengajak Eta temanku. Eta pernah pergi ke kebun krisan di Kaliurang. Sayangnya dia gak ketemu kebun krisan malahan ketemu kebun salak. Hahhaha. Eta memakai maps dan mala kesasar ke kebun salak. Duh kasian banget ya. Maka dari itu aku browsing-browsing dulu biar gak kesasar.

Paginya semangat kuliah pun meningkat, namun tiba-tiba ketemu gerombolan temen-temen yang akan pergi ke Ponorogo untuk main. Sebenarnya aku pingin banget ikut kesana, tapi dompet sedang seret karena akhir pekan akan berkunjung ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Ya aku harus memilih. Kuputuskan untuk pergi ke UPI saja dulu, besok lain kali bisa mengompori temen-temen ke Ponorogo lagi. Gara-gara ketemu anak itu rasanya semangat kuliah menurun. ah payah sekali rasanya aku ini. Senin yang labil. Masuk kelas pun telat gegara sudah tau gak ada dosen. Tapi ketika masuk kelas semangat kuliah pun meningkat lagi. Ini gegara bahasan mata kuliah yang bagus, dan memang aku memaksakan harus mendengarkan presentasi. Memang harus dipaksa mencari titik temu kenyamanan.

Kuliah jam pertama pun usai. Aku bersama Eta pergi ke Kaliurang. Tepatnya ke Jalan Kaliurang mulai kilometer 20 mataku mulai tengak-tengok kanan-kiri mencari rumah plastik yang ditanami bunga krisan. Sebenarnya antara km. 20 sampai 22 sudah banyak terlihat rumah plastik. Tapi aku harus pandai memilih rumah krisan yang bunganya sedang mekar dan belum dipanen. Ya aku nemu di Jalan Kaliurang km. 21,5 milik Bapak Sumidi. Memang kadang rumah plastik itu tidak dijaga sama yang punya, dan kita pun tidak enak jika harus masuk nyelonong tanpa ijin empunya. Apalagi di deket tempat tersebut ada anjing yang menggonggong. Alamak takut sekali.

Akhirnya kita pun pindah tempat, dan terlihat dari jauh kalo di sekitar rumah plastik itu ada seorang bapak yang sedang mencangkul disawah. Perkiraannya mungkin bapak itu yang punya rumah krisan. Aku Tanya lah sama bapak itu. Ternyata bukan. Tapi bapak itu menunjukkan seorang bapak di sebalah barat yang sedang menanam loncang bernama bapak Sumidi yang mempunyai kebun krisan yang sedang berbunga. Alhamdulillah dapat petunjuk. Aku datangi Bapak Sumidi untuk meminta ijin melihat tanaman krisan dikebun miliknya. Bapak Sumidi pun bilang kalo bunganya juga akan panen pada hari itu juga. Bahagia sekali aku bisa menemukan waktu yang pas. Kalau dalam bahasa jawa bejo.

Ketika masuk ke kebun krisan kita tidak diijinkan untuk membawa tas, sebab dikhawatirkan tas kita akan menyentuh bunga krisan yang sudah mekar dan akan merusaknya. Masuk kebun Krisan ini pun tidak dikenakan biaya masuk. Alias GRATIS. Hehehhe.


Siap sediakan kamera bagi pecinta foto. Jepret sana jepret sini. Hehehe. Kita pun diijinkan untuk membantu memanen bunga krisan. Setiap ikat berisi 11 tangkai bunga. Pengalaman baru nih. Bunga krisan ini panen setiap 3 bulan sekali. Cepat sekali. Aku pun membayangkan jika memiliki kebun bunga krisan kemudian tiap hari bisa melihat bunga-bunga yang indah nan cantik ini seneng sekali rasanya.

2 komentar:

  1. Senang banget yah mainnya ke kebun krisan. Anak-anakku suka pasti diajak main ke kebun.

    BalasHapus
  2. Hai, Can. Aku kok agak puyeng baca tulisan dengan latar ini yah?
    salam santun,

    BalasHapus