Minggu, 03 April 2016

Aku Bawakan Sedikit Buah Tangan


Setelah beberapa saat lalu aku ikut seminar di salah satu kampus di Jogja yang benar-benar mengubah mindset ku. Saat itu tema yang sedang dibahas tentang perempuan sebagai salah satu acara untuk memperingati hari perempuan dunia. Saat itu banyak LSM, Universitas dan lembaga terkait memperingati hari perempuan. Salah satu bentuk peringatan tersebut dengan mengadakan seminar. Tentunya kegiatan positif seperti itu sangat diapresiasi banyak pihak tidak hanya kaum perempuan saja, kaum pria pun ikut andil di dalamnya.

Begitu juga dengan aku yang berpartisipasi di dalamnya. Dalam seminar tersebut mengangkat tema “Dilema Prostitusi: Implikasi Sosial dan Pro Kontra”. Menarik memang, membahas tentang perempuan itu tidak ada habisnya. Ada beberapa poin yang dapat saya tangkap dalam seminar tersebut. Biasanya dalam hal prostitusi perempuan adalah orang yang pertama kali dipojokkan sebagai gambaran kegagalan dalam satu masyarakat. Sekarang mesti yang dikriminalisasikan dari perempuannya saja, bagaimana dari segi pembelinya? Menurut Suzie Handayani seorang dosen dan pakar gender, kegiatan prostitusi ini digambarkan sebagai indikator ketidakadilan sosial. Kesadaran masyarakat akan dampak dari prostitusi saja masih kurang, kata Hendrianto Primarendra seorang aktivis sosial.

Menurut saya, saya setuju dengan pendapat yang dikemukakan oleh ibu Suzie, mungkin kadang terlalu enggan memikirkan nasib orang lain, terlalu egois dengan diri sendiri hingga kita lupa akan ketimpangan di luar sana yang membutuhkan kepedulian kita. Sehingga mereka terjerumus dalam lubang hitam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar