Dia pun dapat tertidur dengan pulas. Setelah berulang kali mencoba memejamkan mata. Guling pun sudah berada dalam pelukannya. Tetap saja sulit untuk pejam. Entah apa yang sedang dia pikirkan hingga tak dapat ia menutup mata dengan layak.
Mengimpikan tentang bahagia ketika bersamanya. Membayangkan saat-saat menuliskan puisi dihadapannya. Lalu dia membacakan. Dia pun mendengarkan dengan seksama. Tidak lupa bumbu pujian yang membuat orang lain iri. “Puisi yang kau buat sungguh membuatku tak ingin pergi darimu”. Kata-kata itu selalu terngiang dalam benakku. Pipi yang selalu merah merona ketika tersipu malu. Lihat sinar mata yang terpancarkan bahagia.
Tiba-tiba badan terasa dingin. Terasa seperti air yang membahasahi badan. Lalu dia pun terbangun dari tidur yang hanya sekejap. Memotong mimpi-mimpi yang sedang datang seperti bunga yang sedang mekar. Sial, atap bocor. Jadi tadi ternyata hanya mimpi.
Bwahahaha..mimpi buruk itu namanya
BalasHapuskirain ngompol, hahaha
BalasHapuskirain ngompol, hahaha
BalasHapusHahhaa....kirain lagi mimpi indah ...tiba2 diguyur air pake gayung ama ibundanya.. hehhehe..peace..bercanda yach
BalasHapus