Saat aku ditanya “kenapa aku ingin menulis?” aku bingung untuk menjawabnya. Tapi, aku ingat ketika aku kecil dulu, aku pernah bercita-cita sebagai seorang jurnalis. Berawal dari ketika sering menonton tv banyak berita-berita yang menceritakan suatu peristiwa. Dari situ menarik saat seorang wartawan bisa pergi ke tempat-tempat baru. Pikirku dulu. Seiring bertambahnya umur aku bergonta-ganti cita-cita sebagai polwan, guru, dll. Dan kini aku sudah bisa dibilang besar. Setelah aku kuliah, keinginan untuk menulis kembali muncul. Aku menulis untuk mengukir sejarah, meninggal jejak cerita disetiap aku berpijak. Karena, akan ada cerita disetiap pijakan kaki.
Saat aku ingin menulis, godaan banyak sekali. Entah HP, ngantuk atau apapun. Tapi yang paling berat ialah handphone. Niatnya hanya ingin buka hp sebentar, cuma buka bbm, tutup bbm, buka IG, tutup IG buka line, gitu aja terus sampai keinginan menulis pun hilang. Endingnya gak jadi nulis.
“Terus sebenarnya kamu itu nulis buat apa? “, dalam batinku. Sebenarnya aku masih bingung aku itu nulis buat apa, entah bujukan dari mana seperti ada bisikan kalau aku pingin menulis. Menulis untuk mengalahkan rasa malu ku. Aku masih malu ketika apa yang aku buat, apa yang aku tulis, apa yang aku lakukan itu dilihat orang lain. Aku takut kalau aku salah. Aku takut dikritik. Terlalu banyak alasan memang. Perlahan kuharap pasti, aku berusaha mengalahkan rasa malu yang ku miliki.
Aku pingin tulisanku dapat menginspirasi orang-orang, dapat bermanfaat pastinya. Maka, aku harus terus belajar memperbaiki. Aku ingin meninggalkan jejak dalam setiap langkah. Dengan cara menulis setiap perjalanan yang ku lalui, setiap waktu yang kurasakan. Menulislah selama kamu bisa. Kalahkan rasa malasmu untuk menjadi lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar