Rabu, 07 September 2016

Strawberry Nyess

Pagi tadi aku melihat-lihat tanaman di depan rumah. Mencabuti rumput di sekitar tanaman stoberi. Tak sengaja ada merah-merah setelah ku lihat ternyata stoberinya berbuah. Kemudian ku pilah-pilah didedaunan ternyata berbunga sekitar 6 buah, yang belum matang 2 buah, dan satu buah sudah merah (tapi belum aku petik). Senang sekali melihat stoberinya berbuah. Sudah lama stoberi tidak berbuah setelah keseringan hujan. Benar kata temanku kalau saat musim hujan, stoberinya tidak akan berbunga.
Awalnya dulu aku dan teman-teman kelasku main ke Banjarnegara ke rumah salah satu teman kami, namanya Mukodah. Sering dipanggil oksom. Entah dari mana bisa keluar nama itu. Banjarnegara merupakan kawasan dataran tinggi. Suhunya lumayan dingin. Sejuk sekali rasanya main ke rumah Oksom. Di belakang rumah terhampar ladang-ladang sayuran yang tertata rapi. Ada sayuran wortel, kentang, dll. Sedap dipandang sambil menikmati sruputan kopi sedikit manis plus gorengan hangat. Mantap. Saking dinginnya membuat perutku mules. Seperti butuh adaptasi dengan suhu udara yang cukup dingin.
Di belakang halaman rumah Oksom ada sedikit luas tanah yang ditanami stoberi. Aku lihat-lihat dan menemukan stoberi yang masih setengah matang, tapi rasanya sudah manis. Bikin nagih. Dari situ aku berkeinginan untuk membawa pulang pohonnya untuk mencoba menanamnya di rumah.
Paginya aku dan teman-teman beranjak pulang. Aku bilang sama Oksom dan ibunya untuk minta ijin membawa pulang pohon stoberi. Aku membawa 3 batang stoberi tanpa tanah. Lalu dikasih ibunya Oksom 1 polibek yang berisi 2 batang stoberi. Senang sekali rasanya.
Sampai di rumah aku menanamnya di baskom yang sudah tidak terpakai. Lima batang stoberi aku jadikan satu tempat, tapi yang 1 polibek tetap aku biarkan bersama tanah aslinya. Setelah itu aku berikan di belakang rumah yang tidak terpampang matahari langsung. Aku berpikir, “di Banjarnegara kan udaranya sejuk, jadi kutaruh sini saja yang udaranya sejuk”. Setelah kurang lebih 2 pekan, pohon stroberinya mati yang ku bawa tanpa tanah. Dan masih tersisa 2 batang (yang ada tanah aslinya) tapi sudah kritis. Akhirnya 2 batang terakhir yang sudah kritis itu aku pindah ke depan rumah yang banyak mataharinya. Setelah itu justru pohon stroberynya kembali segar dan malah berkembang biak menjadi banyak sekali.
Sejak nikahan mbak Isti dibulan Mei sampai ditinggal KKN 1 bulan Agustus kemarin pohon stoberinya sebagian banyak yang mati. Dan tersisa sebagian lagi mala berbuah. Syukur Alhamdulillah.

Papringan Mergan, 6 September 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar