Binatang kecil yang biasanya kalau ada sisa kotoran di lantai, kasur atau benda lainnya akan langsung sigap datang. Terkadang tidak ada tanda-tanda semut di sekitar kita, tiba-tiba segerombolan semut datang karena ada sisa makanan nempel di meja. Dari mana mereka mengetahuinya. Apa daya ciumnya kuat sekali sehingga dimana pun ada makanan pasti mengetahuinya. Awalnya hanya satu dua ekor saja, namun kemudian membawa gerombolannya. Ah mereka beraninya gerombolan, aku saja sendiri berani kalau buat makan makanan yang enak. Hahaha tentu saja yaa.
Hal ini tentu berbeda dengan kita. Kalau mama lagi masak enak, terus mengendap-endap buat mengambil makanan di bawah tudung saji. Terus dibawa masuk ke kamar di kunci deh kamarnya di makan di pojokan kamar sambil jongkok. Hahaha. Terus keluar kamar belepotan di mulut. Mama nyariin, ternyata masakannya dicuri anak gadisnya. Tapi anak gadisnya gak ngaku. Mama hanya senyum manis saja. Hahaa ini bukan curhat lhoh ya hanya penggambaran saja.
Berbeda dengan semut-semut kecil yang imut-imut itu. Kalau seekor semut lagi jalan-jalan kemudian melihat makanan sesedikit apapun mereka pasti memanggil teman-temannya untuk dimakan bersama. Kalau mereka kuat membawanya mereka bawa sendiri terus kemudian dimakan bersama-sama. Kalau dimungkinkan gak kuat, mereka memanggil temannya untuk bersama-sama mengangkatnya. Mungkin di istana semut keluarga, saudara atau tetangganya sedang kelaparan. Mereka pasti makan bersama-sama mengundang kalau disini sedang ada makanan lho. Ayo kita makan bersama-sama.
Di samping itu ketika berpapasan dengan kawannya pasti berjabat tangan atau cipika-cipiki. Hehe. Kalau kita kadang senyum saja males, siapa dia aku gak kenal kok, sambil memperlihatkan muka juteknya. Padahal senyum adalah ibadah. Senyumkan hal termudah dan ringan untuk dilakukan. Apalagi bagian dari sedekah. Kalau pelit ngeluarin duwit, paling tidak bisa senyum.
Sebagai penutup mengutip dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Senyumu di hadapan saudaramu (sesame muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu”.
Ukhuwah antar semut bagus, mba... kekompakan luar biasa... :)
BalasHapussemoga kita manusia bisa belajar dari semut :)
HapusMengingatkan kembali. ;)
HapusDulu saya pernah bikin puisi tentang semut. :D