Kamis, 24 Maret 2016

Senja yang Berbeda

Kali ini senjaku kuhabiskan di alun-alun kidul. Bersama seorang sahabat. Semilir angin dan ramai kendaraan, tak lupa jeritan anak-anak yang sedang bermain. Ku nikmati senjaku dengan suasana yang berbeda. Tak ada pantai, tak ada sungai, tak ada candi, tak ada persawahan, tak ada sepeda, tak ada pula kamu yang selalu ingin ku ajak menikmati senja.

Di sana-sini banyak pedagang yang menjajakan makanan maupun barang untuk sesuap makan dan menyambung hidup. Kulihat sebuah keluarga yang sedang bergembira merayakan kebersamaan sambil menaiki sepeda. Kulihat sepasang anak muda yang sedang merajut kasih. Sembari menunggu sahabat yang sedang membeli jajanan aku duduk di pinggir jalan. Tiba-tiba saja rasanya ingin menulis. Aku keluarkan hapeku lalu ku buka note untuk menuliskan inspirasi yang mampir dalam otak.

Alun-alun kidul merupakan area bermain keluarga yang murah meriah. Di sana banyak sekali aneka sepeda hias atau odong-odong dalam berbagai bentuk yang unik.Selain itu pengunjung juga dapat bermain masangin. Cara bermain masangin dengan menutup kedua mata untuk berjalan diantara dua pohon beringin kembar. Jarak antara pemain dengan pohon beringin kurang lebih 20 meter. Konon apabila dapat melewati antara pohon beringin itu terkabulkan segala keinginannya.

10 komentar:

  1. , tak ada pula kamu yang selalu ingin ku ajak menikmati senja.. hmhmhm.. syurhat jun

    BalasHapus
  2. Tampaknya aku harus ke alun2 kidul. Hehe

    BalasHapus
  3. Tak ada gorengan juga? Ya udah aku pesen mie ayam aja kalau gitu ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya engk mbak raida. tapi banyak banget opsi lainnya hehe

      Hapus
  4. Alun-alun kidul itu jogya, bukan, mba? Pernah denger... di film juga temen-temen...

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mbak. Ayo main ke alun-alun kidul hehe

      Hapus