Jumat, 18 Maret 2016

Senyum Ramah Tania

“Selamat pagi ibu ada yang bisa kami bantu”, sapa teller dengan senyum ramahnya.

“Saya mau tutup rekening, lalu saya mau buka lagi tapi yang biaya potongan per bulannya kecil”, jawab ibu paruh baya itu dengan ketus.

“Bisa pinjam KTPnya ibu?”

“Nihh”, sambil menyodorkan KTPnya.

“Oh dengan Ibu Niken ya.”

Ibu Niken itu tetap ketus, Tania tetap melayaninya dengan ramah. Kemudian Tania menjelaskan tipe dan syaratnya dengan detail dan jelas.

“Bagaimana Ibu Niken ingin membuka rekening dengan tipe yang mana?”

“Saya tidak jadi membuka rekening baru. Boleh saya minta nomer handphone-nya mbak? ”

“Boleh, sebentar ibu saya tulis sebentar ya,” sambil menuliskan nomer handphone.
“Ini ibu, ada lagi yang bisa kami bantu?”
“Tidak.”
“Terima kasih atas kunjungannya,” ucap Tania sebagai salam penutup.

Pada hari itu juga Tania terpaksa telat pulang dari kantornya karena lembur. Baru saja merebahkan tubuhnya pada shofa empuknya, tiba-tiba hpnya berdering.

“Assalamualaikum, Dengan Tania di sini ada yang bisa dibantu.”

“Waalaikumsalam mbak, saya Ibu Niken yang tadi siang akan membuka rekening di bank.”

“Oh Ibu Niken, ada yang bisa Tania bantu?”, dengan agak terkejut Tania menjawab.
“Kenapa Ibu Niken berbeda, lebih ramah dari pada tadi saat bertemu di bank”, pikirnya dalam hati.

“Mbak Tania, maaf ya tadi saya agak ketus di bank. Saya kecewa dengan anak saya. Sebenarnya saya kangen dengan anak saya namanya Arika. Saya sudah lama tidak bertemu anak saya setelah dia bekerja di Kalimantan. Arika sudah lama tidak menelepon saya. Memberi kabar atau sekedar menanyakan kabar saya pun tidak. Sudah setahun lebih Arika tidak pulang.”

Dengan panjang lebar Ibu Niken menceritakan anaknya yang sudah lama tidak berkomunikasi dengannya.

“Mungkin Arika sedang sibuk ibu, doakan saja semoga Arika selalu dalam lindungan-Nya,” balas Tania.

“Apa iya begitu, tapi sekedar menyempatkan memberi kabar saja tidak. Maaf ya nak Tania ibu mala kebablasan curhat. Jujur saya ibu suka dengan sikap kamu melayani ibu tadi pagi, meskipun ibu dengan nada ketus nak Tania tetap member pelayanan ramah . Makanya tadi ibu minta nomer handphone kamu.”

“Tidak apa-apa ibu. Sudah kewajiban saya memberikan pelayanan yang ramah kepada nasabah,” jawab Tania dengan sopan.

"Maaf ya Nak Tania ibu mengganggu istirahatmu."

"Tidak apa-apa ibu saya senang bisa berkenalan dengan Ibu Niken."



3 komentar: