Kamis, 31 Maret 2016

Sehari di Kulonprogo

Disela-sela perkuliahan aku menyempatkan pergi ke Kulonprogo untuk mencari data-data tugas penelitianku. Kulonprogo mempunyai semboyan "Binangun" itu terletak di sebelah barat kota Yogyakarta. Aku mengunjungi berbagai instansi pemerintah, seperti Bappeda, Dinas Kebudayaan, Dinas pengairan, Kantor Pertanahan, DPU, Badan Sipil, Dinas Pariwisata, Dinas transmigrasi, dan Kantor Arsip. Banyak memang, karena sebagian temanku yang membutuhkan.

Hari itu hanya ada satu jadwal kuliah pagi. Jadi lumayan sisa waktunya bisa digunakan untuk mencari data. Dalam pelayanannya di kantor pemerintahan, ada yang dipermudah, namun ada pula yang lempar sana lempar sini. Misalnya kalau tentang masalah waduk bukan kewenangan kami, tapi kewenangan balai besar. Tapi nanti setelah di datangi instant terkait bukan kewenangannya. Atau masalah lain surat ijinnya masih perlu dilengkapi. Aku belajar sabar dan pantang menyerah, meskipun juga lelah dan pingin menyerah. Sejenak aku berpikir, “apa iya aku harus ganti judul lain, tapi kan ini belum selesai sampai akhir.” Terkadang juga aku yakin kalau aku bisa selesai sampai akhir.

Sebagai penutup perjalananku mengunjungi instansi pemerintah, temanku mengajak mampir makan mie ayam Borneo. Katanya sedang ngidam mie ayam yang ada acar, irisan daun bawang, dan bawang goreng. Setelah mengisi perut kita pulang, tapi dalam perjalanan pulang aku mengajak mampir di sentra industry serat alam di Sentolo Kulon Progo. Aneka serat alam itu seperti agel, daun pandan, rotan, dan lain-lain. Di sana ada berbagai macam bentuk karya yang diproduksi secara handmade, seperti tas, dompet, keranjang, karpet, dan masih banyak lagi. Benar-benar produk Indonesia yang unik dibuat oleh anak bangsa. Mengutip dari iklan televise, “Maka Cintailah Produk-Produk Indonesia.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar