Sisil berkunjung ke rumah orang tuanya di Jogja bersama suami. Sisil ingin memberi kejutan atas kepulangannya. Selama 2 kali libur lebaran Sisil tidak pulang ke Jogja karena kesibukan suaminnya Bang Doni. Sebagai isteri Sisil selalu mendukung suaminya, meskipun di rumah ia selalu kesepian merindukan hadirnya seorang bayi mungil. Selama 5 tahun menikah sisil belum dikaruniai seorang anak.
Sampai di Jogja Sisil dan Doni menggunakan jasa taksi untuk mengantarkan sampai rumah orang tuanya di Jogja.
“Kok di rumah sepi ya Bang”
“Iya apa mereka semua sedang pergi?”
Kemudian Sisil mengintip di balik jendela, ternyata Ani adik Sisil sedang asyik nonton TV. Tanpa mengetuk pintu Sisil langsung membukanya pelan-pelan.
“Assalamualaikum Ani”
Ani kaget seperti jantungan karena tiba-tiba ada yang ngomong padahal dia di rumah sendiri di tinggal orang tuanya dinas ke luar kota.
“Astaga kakak ngagetin aja, kok nggak kabar-kabar sih?”
“Dijawab dulu dong salam kakak”
“Waalaikum salam kakakku yang cantik”. Sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan menyambut Sisil dan Doni.
“Mama sama Papa kemana? Rumah sepi amat? Kamu liburan gini gak main? Tumben bentah di rumah?”
“Satu-satu dong kak nanya nya, Ani kan jadi bingung jawab yang mana dulu. Mama sama Papa lagi dines ke luar kota mungkin 3 hari lagi pulang.
Kakak lagi cuti apa gimana kok tumben bisa balik ke Jogja? Lama banget gak ke Jogja gak kangen apa sama adekmu yang paling cantik ini?” jawab Ani sambil memberikan minum di ruang keluarga.
“Yah gak bisa langsung ketemu sama Masa dan Papa. Liburan panjang gini kok ada dines sih. Kakak sama Bang Doni seminggu di Jogja, jadi masih sempat lah besok ketemu Mama Papa. Pas liburan panjang ini sekalian ambil cuti 3 hari. hehe.”
……. Tiga hari kemudian …..
Tok…. Tokk… tokk… Assalamualaikum…
Sekitar jam 9 pagi rumah Ani kedatangan tamu yang tidak diharapkan. Sisil punya firasat yang tidak baik, tapi tetap berprasangka baik. Kemudian Sisil membukakan pintu.
“Selamat pagi ibu saya Joni dari Polda, Apa benar ini rumah Bapak Ardi dan Ibu Tansil?”
“Iya, saya dengan Sisil anak Bapak Ardi. Ada apa ya Pak?”
“Tadi pagi sekitar pukul 3 pagi bapak dan ibu Ardi terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Salatiga. Kami berharap keluarga segera datang ke Rumah
Sakit Hardjo Sumantri. Keadaan kedua korban kritis.”
Kemudian Sisil segera memberitahu Ani dan Doni untuk segera ke Rumah Sakit Hardjo Sumantri.
…..
Setelah sampai di Rumah Sakit Hardjo Sumantri mereka hanya memperoleh berita duka, karena 1 jam sebelum kedatangan keluarga Sisil, orang tua mereka sudah menghembuskan nafas terakhirnya.
“Bang, aku gak nyangka kalau kita ke Jogja mala gak bisa ketemu Mama sama Papa.” Peluk Sisil pada Doni.
Ceritanya sedih...😢
BalasHapussad ending
BalasHapus