Kota Pelajar, Kota Pendidikan, Kota Budaya, Kota Angkringan, Jogja Istimewa. Banyak julukan untuk Yogyakarta. Anies Baswedan juga pernah mengatakan kalau setiap sudut Kota Jogja itu romantis. Hmmm romantis, emang iya ngobrol dengan pacar atau keluarga di angkringan pun sudah terasa romantis. Setiap orang yang pernah singgah ke Jogja pasti ingin kembali, entah karena keramahan orangnya, makanan khasnya, suasananya.
Mendengar teman ketika balik ke Jogja sekarang, pendapatnya adalah kalau Jogja tambah panas dan tambah macet. Memang benar saya saja yang tinggal di Jogja terus merasakan seperti itu. Sekarang julukan untuk Jogja bisa juga dijuluki “seribu satu hotel”. Karena semakin banyak hotel yang dibangun di Kota Budaya ini. Malahan ijin pendirian hotel sudah banyak yang masuk tinggal mendirikan. Ada lagi kalau mendirikan hotel terlebih dahulu kemudian ijinnya belakangan kalau hotelnya sudah jadi. Kalau hotelnya sudah jadi kan gak mungkin kalau dirobohkan. Sawah-sawah yang hijau menyegarkan mata berubah menjadi bangunan menjulang tinggi. Saya heran nantinya mau makan pakai apa kalau padi-padinya berubah menjadi adukan semen.
Hotel-hotel banyak yang dibangun tapi tidak diimbangi dengan ruang terbuka hijau. Taman-taman hijau di Jogja kurang. Mungkin harus pergi ke desa-desa untuk menikmati udara segar.
Jogja adalah kota cantik, penuh kerinduan. Semoga kedepannya para pemangku kebijakan bisa lebih arif dalam menyikapi masalah pembangunan ini ya mbak..^_^
BalasHapusbener mbak, semoga tetap istimewa. terima kasih udah mampir mbk Lia :)
BalasHapusJogja ...2kali aq kesana....keren...kota yang masih kental adat budaya nya, sopan santun orang2 nya...membuat aku ikut ngomong priyayi alias pelan2
BalasHapus